Organisasi saat ini dihadapkan pada keputusan yang semakin kompleks mengenai di mana dan bagaimana mengimplementasikan infrastruktur database mereka. Strategi database multi-cloud, yang melibatkan penyebaran sistem data di beberapa penyedia cloud seperti AWS, Azure, dan Google Cloud, telah muncul sebagai pendekatan yang layak bagi perusahaan yang ingin menyeimbangkan biaya, kinerja, dan fleksibilitas. Memahami implikasi ekonomi dari implementasi ini sangat penting untuk mengambil keputusan strategis yang terinformasi, yang selaras dengan persyaratan teknis dan tujuan bisnis. Dengan itu, artikel blog hari ini akan membahas pertimbangan analisis biaya yang penting, cara menghindari vendor lock-in, dan lebih banyak lagi!
Selama bertahun-tahun, Raft dan Paxos telah menjadi pilar dasar konsensus terdistribusi dalam sistem database. Algoritma-algoritma ini merevolusi cara database terdistribusi dapat mempertahankan konsistensi di seluruh node, menyediakan cara yang andal untuk mencapai kesepakatan tentang value data bahkan dalam menghadapi pemisahan jaringan dan kegagalan node. Namun, seiring dengan semakin globalnya aplikasi dan ledakan volume data, komunitas database menyadari bahwa algoritma konsensus tradisional, meskipun tangguh, dapat menimbulkan bottleneck dalam kinerja dan skalabilitas.
Kemunculan mekanisme konsensus baru mewakili pergeseran fundamental dalam cara kita memandang database terdistribusi. Pendekatan modern dirancang dari awal untuk menangani tantangan unik sistem terdistribusi global, di mana latensi jaringan antara pusat data yang berjauhan dapat diukur dalam ratusan milidetik rather than nilai satu digit. Algoritma generasi berikutnya ini memprioritaskan tidak hanya keakuratan, tetapi juga throughput, pengurangan latensi, dan penggunaan sumber daya yang efisien di seluruh infrastruktur yang tersebar secara geografis.
Perjalanan menjalankan database dalam environment kontainer telah menjadi transformatif, menandai pergeseran signifikan dari masa awal ketika Kubernetes dirancang terutama untuk aplikasi stateless. Saat ini, database yang dikontainerisasi mewakili tumpukan teknologi yang matang, memungkinkan organisasi untuk mengelola beban kerja data dengan fleksibilitas dan skalabilitas yang sama seperti yang mereka harapkan dari lapisan aplikasi mereka. Evolusi ini didorong oleh inovasi dalam penyimpanan persisten, alat orkestrasi khusus, dan pemahaman yang semakin mendalam tentang cara menyeimbangkan sifat dinamis kontainer dengan persyaratan stabilitas sistem data berstatus.
Selama puluhan tahun, database telah tertanam kokoh pada server dan pusat data, hanya dapat diakses melalui panggilan jaringan dari aplikasi klien. WebAssembly (WASM) secara fundamental mengubah paradigma ini dengna memungkinkan mesin database untuk menjalankan secara langsung di brwoser, environment komputasi edge, dan platform tanpa server dengan performa yang setara dengan aplikasi asli. Konvergensi teknologi ini membuka kemungkinan baru untuk developer, dari aplikasi yang berfokus pada mode offline hingga pemrosesan data yang terdistribusi di jaringan edge. Pada artikel ini, kita akan menguji beberapa contoh konkret database WASM baik baru dan tradisional, dan mempelajari mengenai alat yang tersedia untuk mengelola beban kerja data terdistribusi ini.
Perpaduan antara kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap cara organisasi melindungi aset terpenting mereka: data. Seiring dengan semakin canggihnya teknologi AI, hal ini membuka peluang tak terduga untuk meningkatkan keamanan database sekaligus menghadirkan ancaman baru yang sulit diatasi oleh mekanisme perlindungan tradisional. Administrator database kini dihadapkan pada tantangan ganda: melindungi sistem dari serangan yang didukung AI sambil memanfaatkan AI itu sendiri untuk memperkuat postur keamanan mereka.
- 2026 (1)
- 2025 (1)
- Desember (1)
- November (1)
- Oktober (1)
- September (1)
- Agustus (1)
- Juli (1)
- Juni (1)
- Mei (1)
- April (1)
- Maret (1)
- Bagaimana Database Zero-ETL Mentransformasi Integrasi Data Modern
- Pemrosesan Analitikal/Transaksi Hybrid: Menjembatani Jarak Antara Operasi dan Analitik
- Navicat 17.2: Manajemen Database Lebih Cerdas dengan Support AI dan Kapabilitas Cloud yang Ditingkatkan
- Arsitektur Data Lakehouse – Evolusi Manajemen Data Perusahaan
- Februari (1)
- Januari (1)
- 2024 (1)
- 2023 (1)

